Tampilkan postingan dengan label SMK BISA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMK BISA. Tampilkan semua postingan

04 September 2011

Back to school 8 september 2011




Jangan lupa kepada siswa/i dan segenap staf dewan guru setelah libur bulan puasa dan lebaran agar kembali ke sekolah untuk melanjutkan proses pembelajaran tanggal 8 September 2011



13 Juli 2011

MOS (Masa Orientasi Siswa) baru T.P. 2011-2012




MOS (Masa Orientasi Siswa) di mulai 11 s.d. 13 Juli 2011 bertempat di lapangan SMKN 1 Batang Angkola. Kegiatan awal tahun pembelajaran ini merupakan kegiatan yang ditujukan untuk memberi bekal kepada siswa baru agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, diarahkan dan dipersiapkan (pola pikir, tingkah laku dan atau apa pun juga) untuk dapat menunjang proses belajar mengajar juga keselarasan dengan budaya sekolah, agar siswa/i/ baru dapat mengenal lingkungan sekolah lebih baik dan lebih cepat beradaptasi. Selain itu juga untuk menguji mental siswa/i baru.

Agenda MOS SMK N 1 Batang Angkola :
> Wiyata mandala
> PBB
> Tata Tertib Sekolah
> Keagamaan
> Pengenalan Jurusan
> Kebersihan / gotong royong

SELAMAT DATANG DI SMKN 1 BATANG ANGKOLA !
SMK... BISA !

08 Juni 2011

Bupati Tapsel berkenan membantu pengoperasian mesin CNC


Anggaran perbaikan sejumlah kekurangan kelengkapan untuk bisa mengoperasikan mesin Computer Numeric Control (CNC) Miling di SMKN 1 Batang Angkola, diupayakan ditampung dalam APBD Tapsel TA 2011.
Hal ini dijanjikan Bupati Tapsel, H Syahrul M Pasaribu bersama Ketua DPRD Tapsel, H Rahmat Nasution SSos usai meninjau langsung fasilitas pendidikan tersebut sekaligus menerima penjelasan dari pihak sekolah akan keberadaan CNC Miling yang belum bisa dioperasikan.

Peninjauan dilakukan kedua pejabat ini di sela-sela pelaksanaan penanaman sejuta pohon dalam rangka memperingati hari Lingkungan se-Dunia, dipusatkan di SMKN 1 Batang Angkola, Minggu (5/6) pagi.
Dihadapan Bupati dan Ketua DPRD Tapsel, Kepala SMKN 1 Batang Angkola, Adanan Harahap bersama Kepala Program Tekhnik Mesin, Faisal Rangkuti menyampaikan, mesin tersebut diterima tahun 2011, namun masih belum bisa dioperasikan. Alasannya, karena mesin tersebut startnya berdaya 15 KVA dan daya listrik sekolah belum mencukupi atau harus didukung trafo. Kemudian, sejumlah perlengkapan atau accesoriesnya belum ada seperti mata pahat dan lainnya.
“Sebenarnya kalau dipasaran harganya ini sekitar Rp380-an juta,” ujar Faisal.
Dasar sejumlah kekurangan tersebutlah maka mesin tersebut belum bisa dimanfaatkan dalam menunjang proses belajar-mengajar siswa di sekolah tersebut.
Mesin CNC Miling berfungsi tutu Faisal bisa meemproduksi sejumlah peralatan mesin seperti pembuatan roda gigi secara komputer. Artinya, ukuran roda gigi diprogram dulu di komputer, setelah itu dengan sendirinya mesin akan mencetaknya sesuai ukuran yang telah diprogram komputer dan bisa diproduksi secara banyak.
“Ini semua serba komputer. Kita tinggal memprogramkannya dulu dalam komputer, setelah itu bisa langsung memproduksinya dalam jumlah banyak. Berbeda dengan yang dilakukan selama ini secara manual dan produksinya terbatas,” tutur Faisal.
Dana Perbaikan Ditampung di APBD 2011
Mendengar penjelasan dan sejumlah kekurangan tersebut, Bupati bersama Ketua DPRD sepakat mengupayakan kekurangan hingga mesin tersebut bisa ditampung anggarannya dalam Perubahan APBD Tapsel 2011 nantinya.
“Susun apa-apa saja yang kurang, jangan ada yang ketinggalan dengan angka yang ril,” pesan Bupati kepada Kasek dan Kadisdik Tapsel, Marasaud Harahap.
Bupati berharap, semua fasilitas pendidikan di sekolah bisa digunakan secara maksimal dalam menunjang pendidikan siswa, khususnya SMK, yang harapannya bisa meluluskan siswa-siswi yang memiliki keahlian dan skil di bidangnya masing-masing dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang persaingannya semakin ketat yang menuntut adanya keahlian dan tidak hanya sebatas teori saja.

sumber :http://metrosiantar.com/Metro_Tabagsel CNC_Miling_SMKN_1_Batang_Angkola_Rusak


Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di SMKN 1 Batang Angkola



SMKN 1 Batang Angkola melaksanakan gerakan menanam seribu pohon dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup se-dunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2011. Selain Kepsek, guru dan siswa/i SMKN1 Batang Angkola, turut dalam acara tersebut adalah Bupati Tapsel Syahrul Pasaribu, Ketua DPRD Tapsel Rahmat Nasution, Rektor UMTS Michwar Zaini, Ketua BEM UMTS Rony Rahmad Pohan beserta mahasiswa/i


Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu dalam sambutannya mengatakan “Cuaca ekstrim diakibatkan rusaknya lingkungan hidup dan kelestarian alam, baik di daerah kita, Indonesia maupun negara-negara lainnya,” Bupati berpesan, kalau ada yang merambah hutan, cukuplah sampai di situ, tidak melebarkan sayap lagi. “Jangan ada saya dengar PNS ikut merambah hutan,” Diingatkan Bupati,"Tidak itu saja, pemerintah kecamatan, desa dan lainnya juga diajak agar program penanaman sejuta pohon tidak hanya sebatas ditanam saja, tapi sesekali dilihat juga perkembangannya, sehingga ada kesinambungan ke depan.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati menjelaskan, bahwa proses perpindahan pusat Pemkab Tapsel secara bertahap sudah mulai akan pindah dari Kota Padangsidimpuan ke Sipirok sesuai amanah UUD Nomor 37 dan 38 tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Paluta dan Palas. Itu setelah Menteri Kehutanan (Menhut) menerbitkan Keputusan Nomor : SK.244/Menhut-II/2011 tertanggal 29 April, tentang pelepasan sebagian kawasan hutan produksi Sipirok untuk pembangunan pertapakan kantor Bupati Tapsel dan sarana-prasarana lainnya atas nama Bupati Tapsel, yang terletak di Kecamatan Sipirok seluas 271,10 hektar.


Diterangkan Bupati, memang belum 100 persen masyarakat menerima atas penetapan tersebut, namun sejumlah usulan masyarakat sudah diakomodir seperti di sekitar Aek Latong kondisinya jelas tidak memungkinan karena jalur patahan bumi, di sekitar Simago-Mago kondisinya juga kawasan hutan.

Tidak sampai di situ saja, kalau ada kelompok mahasiswa dan lainnya ingin melakukan outbond atau haiking atau pengkaderan atau lainnya bisa menggunakan lokasi camping ground yang sudah disiapkan Pemkab Tapsel di Marancar.

Sementara, Ketua DPRD Tapsel, Rahmat Nasution mengajak semua pihak agar acara tersebut dijadikan langkah awal dalam revitalisasi pelestarian lingkungan hidup. Karena, pelestarian lingkungan hidup sudah menjadi isu dunia. Pelestarian lingkungan hidup sangat penting demi menjaga keberlangsung kehidupan mahluk hidup di dunia ini.


Ketua Panitia penanaman sejuta pohon, Andika Daulay menyampaikan, kegiatan di gelar kerjasama antara BEM UMTS, Pemkab Tapsel dan PTPN III. Jumlah bibit jenis mahoni yang ditanam sebanyak 1001 bibit di sebar di Desa Binaan di Desa Padang Kahombu, Kecamatan Batang Angkola.


Ketua BEM UMTS, Rony Rahmad Pohan megungkapkan, tujuan kegiatan selain untuk menunaikan kewajiban program kerja BEM, guna mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi (PT), serta mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih cinta kepada alam


sumber: http://metrosiantar.com/Metro_Tabagsel/Bupati_Ajak_Warga_Lestarikan_Lingkungan


SMKN 1 Batang Angkola telah memiliki Mesin CNC terbaru



SMK Negeri 1 Batang Angkola telah kedatangan mesin baru sebagai fasilitas pendidikan sarana penunjang belajar siswa/i khusunya Teknik Pemesinan berupa mesin CNC Miling.
Mesin CNC tersebut diterima dari pemerintah dalam program bantuan pembelajaran perakitan alat pendukung program kewirausahaan (CNC Lathe)

Sesuai dengan kebijakan pokok Direktorat Pembinaan SMK yang mengacu pada tujuan strategis Kementerian Pendidikan Nasional yaitu tersedianya dan terjangkaunya layanan pendidikan menengah kejuruan yang bermutu, relevan, dan berkesetaraan di semua provinsi, kabupaten, dan kota. Tujuan strategis tersebut akan dicapai melalui program dan kegiatan secarabertahap sesuai Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Kunci(IKK) dalam Rencana Strategis Direktorat Pembinaan SMK 2010-2014. Pada tahun anggaran 2011, pendanaan Program Pembinaan SMK dialokasikan melalui dana pusat (Direktorat Pembinaan SMK) dan dana dekonsentrasi(Dinas Pendidikan Provinsi). Program Bantuan yang dialokasikan melalui dana pusat akan disampaikan melalui bantuan langsung ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Institusi terkait dalam bentuk uang atau barang/jasa. Sedangkan program yang dialokasikan melalui dana dekonsentrasi akan dimanfaatkan untuk kegiatan pembinaan SMK secara swakelola oleh Dinas Pendidikan Provinsi dan untuk bantuan langsung ke SMK. Info di download disini

Proses pemindahan mesin CNC ke workshop TP






Berikut ini adalah sekilas mengenai mesin CNC.

Awal lahirnya mesin CNC (Computer Numerically Controlled) bermula dari 1952 yang dikembangkan oleh John Pearseon dari Institut Teknologi Massachusetts, atas nama Angkatan Udara Amerika Serikat. Semula proyek tersebut diperuntukkan untuk membuat benda kerja khusus yang rumit. Semula perangkat mesin CNC memerlukan biaya yang tinggi dan volume unit pengendali yang besar. Pada tahun 1973, mesin CNC masih sangat mahal sehingga masih sedikit perusahaan yang mempunyai keberanian dalam mempelopori investasi dalam teknologi ini.


Dari tahun 1975, produksi mesin CNC mulai berkembang pesat. Perkembangan ini dipacu oleh perkembangan mikroprosesor, sehingga volume unit pengendali dapat lebih ringkas.
Dewasa ini penggunaan mesin CNC hampir terdapat di segala bidang. Dari bidang pendidikan dan riset yang mempergunakan alat-alat demikian dihasilkan berbagai hasil penelitian yang bermanfaat yang tidak terasa sudah banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat banyak.

Jenis Mesin CNC
Di industri menengah dan besar, akan banyak dijumpai penggunaan mesin CNC dalam mendukung proses produksi. Secara garis besar, mesin CNC dibagi dalam 2 (dua) macam, yaitu :
Mesin bubut CNC dan Mesin frais CNC

Cara Mengoparasikan Mesin CNC
Secara umum, cara mengoperasikan mesin CNC dengan cara memasukkan perintah numeric melalaui tombol-tombol yang tersedia pada panel instrument di tiap-tiap mesin. Setiap jenis mesin CNC mempunyai karakteristik tersendiri sesuai dengan pabrik yang membuat mesin tersebut. Namun demikian secara garis besar dari karakteristik cara mengoperasikan mesin CNC dapat dilakukan dengan dua macam cara, yaitu :

1. Sistem Absolut
Pada sistem ini titik awal penempatan alat potong yang digunakan sebagai acuan adalah menetapkan titik referensi yang berlaku tetap selama proses operasi mesin berlangsung. Untuk mesin bubut, titik referensinya diletakkan pada sumbu (pusat) benda kerja yang akan dikerjakan pada bagian ujung. Sedangkan pada mesin frais, titik referensinya diletakkan pada pertemuan antara dua sisi pada benda kerja yang akan dikerjakan.

2. Sistem Incremental
Pada system ini titik awal penempatan yang digunakan sebagai acuan adalah selalu berpindah sesuai dengan titik actual yang dinyatakan terakhir. Untuk mesin bubut maupun mesin frais diberlakukan cara yang sama. Setiap kali suatu gerakan pada proses pengerjaan benda kerja berakhir, maka titik akhir dari gerakan alat potong itu dianggap sebagai titik awal gerakan alat potong pada tahap berikutnya.

Sejalan dengan berkembangnya kebutuhan akan berbagai produk industri yang beragam dengan tingkat kesulitan yang bervariasi, maka telah dikembangkan berbagai variasi dari mesin CNC. Hal ini dimaksud untuk memenuhi kebutuhan jenis pekerjaan dengan tingkat kesulitan yang tinggi.

Berikut ini diperlihatkan berbagai variasi mesin CNC.
PC untuk Mesin CNC
PC (Personal Computer) sebagai perangkat input bagi mesin CNC sangat penting peranannya untuk memperoleh kinerja mesin CNC. Oleh karena itu setiap pabrik yang memproduksi mesin CNC juga memproduksi atau merekomendasi spesifikasi PC yang digunakan sebagai input bagi mesin CNC produksinya.

Pada mesin CNC untuk keperluan unit latih (Training Unit) atau dengan operasi sederhana, baik tampilan pada monitor maupun eksekusi program, maka PC yang dipergunakan sebagaimana pada mesin CNC jenis LOLA 200 MINI CNC, LEMU IITM, EMCO TU, maupun yang sejenis.

Perkembangan jenis pekerjaan yang menggunakan peranan mesin CNC sejalan dengan kebutuhan teknologi manufaktur semakin meningkat. Oleh karena itu dikembangkan pula perangkat PC yang dapat melayani mesin CNC dengan kinerja yang mampu mengatasi beberapa faktor kesulitan yang dijumpai pada proses manufaktur.

Mesin CNC Generasi Terbaru
Operator mesin CNC yang akan memasukkan program pada mesin sebelumnya harus sudah memahami gambar kerja dari komponen yang akan dibuat pada mesin tersebut. Gambar kerja biasanya dibuat dengan cara manual atau dengan computer menggunakan program CAD (Computer Aided Design).

Seiring dengan kemajuan teknologi di bidang computer, maka telah dikembangkan suatu software yang berisi aplikasi gambar teknik dengan CAD yang sudah dapat diminta untuk menampilkan program untuk dikerjakan dengan mesin CNC. Aplikasi program tersebut dikenal dengan sebutan CAM (Computer Aided Manufacturing). Software CAM pada umumnya dibuat oleh pabrik yang membuat mesin CNC dengan tujuan untuk mengoptimalkan kinerja mesin CNC yang diproduksinya.

Dengan menggunakan software CAM, seorang operator cukup membuat gambar kerja dari benda yang akan dibuat dengan mesin CNC pada PC. Hasil gambar kerja dapat dieksekusi secara simulasi untuk melihat pelaksanaan pengerjaan benda kerja di mesin CNC melalui layer monitor. Apabila terdapat kekurangan atau kekeliruan, maka dapat diperbaiki tanpa harus kehilangan bahan. Jika hasil eksekusi simulasi sudah sesuai dengan yang diharapkan, maka program dilanjutkan dengan eksekusi program mesin. Program mesin yang sudah jadi dapat langsung dikirim ke mesin CNC melalui jaringan atau kabel atau ditransfer melalui media rekam.

Masa Depan Mesin CNC
Dengan perkembangan teknologi informasi, maka di masa datang dimungkinkan input mesin CNC dapat berasal dari gambar kerja manual yang dibaca melalui scan, kemudian diinterpretasikan oleh PC yang terkoneksi dengan mesin CNC. Hasil dari pembacaan scan akan diolah oleh software pada PC menjadi program simulasi berupa CAD/CAM. Selanjutnya hasil simulasi akan dieksekusi menjadi program mesin CNC yang siap dieksekusi untuk membuat benda kerja.

Sumber : http://miminsilimin.blogspot.com/2009/04/mesin-cnc.html

22 Januari 2011

Studi Banding ke SMKN 1 Barumun


Sejumlah siswa dan beberapa guru SMK Negeri 1 Batang Angkola Sabtu 23/1/2011 berangkat ke Sibuhuan, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara dalam rangka studi banding sekaligus kunjungan balasan dimana sebelumnya beberapa bulan yang lalu , SMKN 1 Batang Angkola telah kedatangan tamu dari SMKN 1 Barumun.


Keberangkatan ke Sibuhuan menggunakan tiga bus yang khusus di datangkan dari dinas pendidikan Kab Tapanuli Selatan.

SMKN 1 Barumun yang beralamat di Jl. Karya Pembangunan No. 7 - Pasar Sibuhuan Kec. Barumun Kab. Tapanuli Selatan memiliki enam kompetensi keahlian yakni Teknik Konstruksi Batu dan Beton, Teknik Konstruksi Kayu, Teknik Pemesinan, Teknik Kendaraan Ringan dan Teknik Audio Video serta Teknik Komputer Jaringan berdiri tahun 2004 (Tanggal SK :17-06-2004)

Semoga kunjungan studi banding ini dapat meningkatkan kemampuan, skill, kekeluargaan sesama SMK

Info lebih jelas tentang SMKN 1 Barumun silakan klik disini

30 Desember 2010

Ikhlas bekerja

IKHLAS BEKERJA (catatan Bapak Syariful Mahya, S.TP)

Harta, uang, pangkat, kemewahan dan sebagainya bukanlah ukuran suatu kebahagian tapi jalan untuk mendapatkan kebahagiaan. Harta, pangkat maupun kemewahan bisa dicari, dan tidak ada yang tidak mungkin asal kita mau berusaha. Tapi kebahagiaan sulit diperoleh. Hanya orang-orang yang beriman dan takwalah yang tahu arti kebahagiaan yang hakiki. Kebahagiaan yang sebenarnya adalah memperoleh kebahagiaan di akhirat tapi jalannya ada di dunia.

Kebahagiaan di dunia sifatnya hanya sementara, tapi kebahagiaan di akhirat adalah "kekal" dan "selamanya"

Wahai rekan-rekan seperjuangan jangan kamu cari harta dan kemewahan itu sampai melupakan tujuan akhir dari hidup ini. Yaitu Akhir zaman dimana pada saat itu keluarga dan orang lain tidak akan mampu membantu kita kecuali hanya amal ibadah.

Sengaja saya curahkan isi hati di sini, agar kita memiliki keikhlasan dan kerelaan dalam melaksanakan tugas dan kewajiban kita. Jangan jadikan beban segala sesuatu yang akan dikerjakan tapi mari kita nikmati dengna penuh kerelaan dan keikhlasan. Menjadi seorang guru atau pendidik adalah tugas yang begitu mulia sehingga ada istilah 'Guru adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa'. Untuk apa kita peroleh begitu banyak penghargaan kalau hanya membuat kita menjadi manusia yang besar kepala dan sombong. Manusia tidak berhak sombong, karena manusia itu adalah makhluk yang lemah dan tidak ada apa-apanya di hadapan Ilahi Robbi. Biar tidak ada penghargaan tapi kita punya banyak pengahargaan di mata Tuhan. Hina di hadapan manusia belum tentu hina di hadapan Tuhan, tapi malah mungkin lebih mulia di hadapan Tuhan.

Susah di dunia belum tentu susah di akhirat, miskin di dunia belum tentu miskin di akhirat. Kuncinya mari kita ingat mati selagi kita masih hidup, mari kita pergunakan hidup dengan sebaik-baiknya sebelum tiba masanya napas berhenti. Karena apapun itu yang kita peroleh tidak akan ada yang kita bawa kecuali hanya amal ibadah. Oleh karena dalam mengemban tugas kita ke depan marilah kita isi dengan penuh keikhlasan sehingga dalam melaksanakannya penuh nilai di hadapan Tuhan.

Kasek SMKN 1 Batang Angkola selalu bilang, 'Masa Lalu adalah Kenangan, Masa kini adalah kenyataan, Masa depan adalah cita-cita dan harapan'. ungkapan yang penuh arti dan makna. Sebagai manusia yang punya pikiran dan punya hati mari kita renungkan dengan harapan ke dapan kita bisa menjadi pahlawan-pahlawan yang lebih punya arti di hadapan Tuhan, penuh keikhlasan dan kerelaan tanpa ada sedikitpun ada kebencian di dalam hati.

27 Desember 2010

Prakerin (Praktek Kerja Industri) Kelas XI


Prakerin adalah kegiatan magang di industri dalam waktu tertentu untuk memperoleh dan menerapkan konsep pembelajaran yang diterima di sekolah dan membandingkanya dengan yang ada di dunia usaha dan dunia industri. Kegiatan prakerin dilakukan selama kurang lebih 4 bulan pada institusi, perusahaan atau bengkel yang kompoten yang ditentukan oleh sekolah. Selama kegiatan prakerin siswa akan terus dimonitor oleh guru pembimbing yang datang sewaktu-waktu dan pada akhir kegiatan prakerin siswa diharuskan membuat laporan kegiatan prakerin.

Waktu pelaksanaan Prakerin adalah mulai 24 Desember 2010 s.d. 30 April 2011.
Siswa/i yang berangkat prakerin berasal dari berrbagai program keahlian seperti Teknik Audio Video, Teknik Pemesinan dan Teknik Kendaraan Ringan khusus kelas XI yang tersebar mulai dari wilayah batang angkola sendiri, Padangsidimpuan, Panyabungan (Madina), Medan, Batam dan kota-kota lainnya.
Diharapkan kepada siswa/i agar menjaga nama baik sekolah dengan menjaga perilaku dan menaati peraturan yang berlaku di DUDI.


13 Desember 2010

SMKN 1 Batang Angkola sebagai lokasi ujian CPNS pemkab Tapsel Tenaga Kesehatan D-III

SMK Negeri 1 Batang Angkola mendapat kehormatan sebagai tempat penyelenggaraan ujian masuk CPNS pemerintahan kabupaten Tapanuli Selatan yang akan di laksanakan Rabu, 15 Desember 2010 khusus tenaga kesehatan D-III.

Hasil rapat internal staf dewan guru SMKN 1 Batang Angkola telah menetapkan para guru terutama yang sudah PNS akan menjadi pengawas pelaksanaan ujian masuk ini.
Direncanakan ruang kelas yang telah diubah menjadi ruang ujian sebanyak 10 ruang.
Kepada para pengawas, mari sama-sama kita menjalankan tugas sebagaimana yang telah ditetapkan dengan penuh tanggung jawab, jujur dan adil demi terciptanya CPNS dan PNS yang bersih, berwibawa dan berkompoten.

Berikut berita mengenai keadaan sebelum ujian dilaksanakan.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tapsel, Drs Aswad Daulay SH MH didampingi Kepala Bidang Penerimaan dan Perencanaan Pegawai, Syafi’I, Kamis (9/12) menuturkan, rincian formasi yang kosong pelamarnya, yaitu dokter spesialis THT dibutuhkan 1 orang, dokter spesialis kulit dan kelamin dibutuhkan 1 orang. Dokter spesialis kandungan dibutuhkan 1 orang, dokter spesialis bedah dibutuhkan 1 orang, dokter spesialis paru dibutuhkan 1 orang, dan dokter spesialis mata dibutuhkan 1 orang. Kemudian, guru SMKN untuk guru Seni Keterampilan S-1/D-IV Garmen dan Akta IV dibutuhkan 3 orang, S-1 Kearsipan dibutuhkan 2 orang, serta D-III Fotografi untuk Pranata Humas dibutuhkan 1 orang. “Kemungkinan kosongnya pelamar dokter spesialis karena umur para dokter spesialis sudah melewati syarat sesuai ketentuan untuk mendaftar sebagai CPNS. Karena kita tahu untuk mendapatkan ilmu spesialis membutuhkan waktu yang relatif lama,” ujar Aswad. Ditambahkan Syafi’i, total pelamar yang mendaftar sebanyak 2.302 orang. Rinciannya, Tenaga Kependidikan atau guru dengan jumlah pelamar 1.323 orang, Tenaga Tekhnis 491 pelamar, dan Tenaga Kesehatan 488 pelamar.

Lebih lanjut dikatakannya, pelamar terbanyak merupakan formasi guru SDN untuk guru Pendidikan Bahasa Inggris S-1/D IV Bahasa Inggris dan Akta IV dengan jumlah pelamar mencapai 322 orang, sedangkan yang dibutuhkan delapan orang.

Pelamar terbanyak di posisi kedua di formasi guru SMKN untuk guru pendidikan Matematika lulusan S-1/D-IV Matematika dan Akta IV sebanyak 254 pelamar, sedangkan jumlah pelamar yang diterima empat orang. Di urutan ketiga pelamar terbanyak di formasi guru SMKN untuk guru Pendidikan Bahasa Indonesia lulusan S-1/D-IV Bahasa dan Sastra dan Akta IV dengan jumlah pelamar sebanyak 131 orang, sedangkan yang diterima empat orang. Sementara formasi yang hanya satu pelamar saja yang mendaftar, tutur Syafi’I, yakni di formasi guru SMKN untuk guru Seni Keterampilan lulusan S-1/D-IV Desain Grafis dan Akta IV, sedangkan yang diterima sebanyak 3 orang. Kemudian guru Seni Keterampilan lulusan S-1/D-IV Kriya Kayus dan Akta IV sedangkan yang diterima 2 orang, guru Otomotif lulusan S-1/D-IV Tekhnik Otomotif dan Akta IV yang diterima 2 orang, tenaga kesehatan perekam medis lulusan D-III rekam medis yang diterima 2 orang dan lainnya.

Untuk pengambilan nomor peserta ujian CPNS, terang Syafi’I, digelar mulai Jumat (10/12) hingga Senin (13/12). Pengambilan nomor ujian untuk tenaga kependidikan atau guru di kantor Dinas Pendidikan Tapsel di Jalan Sutan Soripada Mulia, Sadabuan, Kota Padangsidimpuan (Psp), tenaga kesehatan di Dinas Kesehatan Tapsel, dan formasi tenaga teknis di kantor BKD Tapsel di Jalan Kenanga, Kota Psp.

28 Juni 2010

Pembagian buku raport tgl 26 Juni 2010


Tak terasa tahun pelajaran 2009/2010 semester genap telah selesai dengan telah dibagikannya buku raport siswa kelas X dan XI program studi T-Audio Video, T-Mekanik Otomotif dan T-Pemesinan. Hasil rapat guru menyatakan bahwa ada 50 siswa yang tidak naik kelas. Ini membuktikan bahwa SMKN 1 Batang Angkola bukan sekedar mencari dan mengejar kuantitas tapi juga kualitas.
Kumpulan foto-foto peliputan acara penyerahan penghargaan bagi siswa berprestasi klik disini

Ucapan selamat ditujukan kepada mereka yang berprestasi dengan meraih ranking I, II dan III. Pertahankan!! Karena mempertahankan lebih sulit daripada meraih. Bagi yang belum berkesempatan mendapat ranking I, II, III raih lah semester depan di kelas yang baru. Karena SMK BISA!

Dihimbau kepada siswa/i agar kembali ke sekolah tanggal 13 Juli 2010 untuk memulai tahun pelajaran baru yaitu 2010/2011.

Kumpulan foto-foto peliputan acara penyerahan penghargaan bagi siswa berprestasi klik disini

16 Juni 2010

SMKN 1 BATANG ANGKOLA Meraih Juara II Lomba Cerdas Cermat se SLTA Tapsel tentang lalu lintas dan angkutan jalan


Juara I SMAN 1 Angkola Selatan atas nama Elmisari Siregar, Fitri Adelina Sihombing dan Rantika Harahap,
juara 11 SMKN I Batang Angkola atas nama Andi Susanto, Sudarsono dan Swartono,
juara III SMAN I Barteng atas nama Fatimah Sari Siregar, Hanni Hanidah Tanjung dan Jainal Suroh Siregar.


Satuan Lalulintas (Satlanast) Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) menyelenggarakan lomba cerdas cermat tingkat SLTA diikuti 25 peserta dari 8 sekolah se-wilayah hukum Polres Tapsel, yang meliputi Kabupaten Tapsel, Paluta dan Palas mengenai UU No. 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.
Kasat Lantas Polres Tapsel, AKP Julianus Tarigan dalam sambutannva menjelaskan, tujuan dilaksanakannya lomba cerdas cermat tersebut adalah untuk mencari peserta terbaik yang akan menjadi perwakilan Polres Tapsel dalam lomba cerdas cermat tingkat Poldasu, yang digelar 8 Juni 2010, di Poldasu Medan.
Dengan cerdas cermat para siswa diharapkan dapat menyuarakan tertib berlalu lintas, dan UU No. 22 tahun 2009 kepada teman sekolah, dan lingkungan rumah dan dapat menjadi contoh berlalu lintas dengan baik dan benar, sekaligus akan dapat mewakili petugas Polantas menyampaikan sosialisasi UU No. 22 tahun 2009 kepada masyarakat, dan sebagai upaya Polres Tapsel untuk meminimalisir kecelakaan lalu lintas terhadap usia remaja Acara cerdas cermat berlangsung aman dan lancar dengan tim penilai Ipda Yuswanto SH, Aiptu H.TBP Aritonang SH, Brigadir Susanto dan Briptu Wiwik Lestari.

Acara diawali pengarahan oleh Kasat Lantas AKP Julianus Tarigan kepada seluruh peserta, dan diakhiri dengan penyerahan bingkisan oleh Kapolres Tapsel AKBP Subandrya SH, MH yang diwakili Kasat Lantas kepada para juara.

Seusai lomba cerdas cermat, AKP Julianus Tarigan mengatakan Polres Tapsel menggelar kampanye keselamatan tertib lalu lintas bagi 145 murid TK Kartika 1-49 di TK Kartika 1-49 Jalan Merdeka No. 2 Padangsidimpuan, yang bertujuan untuk pengenalan dan pemahaman rambu-rambu dan peraturan lalu lintas yang mudah dimengerti oleh siswa TK Kartika 1-49, sehingga dapat menanamkan disiplin berlalu lintas setelah nantinya jadi dewasa, untuk menumbuhkan kecintaan dan ketaatan serta tertib berlalu lintas terhadap anak TK. sebagai upaya meminimalisir kecelakaan lalu lintas.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam kampanye keselamatan tersebut, yaitu pengenalan rambu¬rambu lalu lintas, cara pemakaian helm yang benar dan sesuai SNI (Standar Nasienal Indonesia),

ADMIN

12 Juni 2010

Tips Menghadapi Guru Killer


Dag dig dug jantung berasa mau copot, keringet dingin keluar, perut mules, kaki lemes, dunia pun terasa mau runtuh saat namamu dipanggil. Siapa dia yang menakutkan itu?

Julukannya si guru killer. Istilah ini muncul karena emang si guru dinilai kejam terhadap anak didiknya. Salah sedikit marahnya sampe berapi-api. Alpa bikin tugas hukumannya lari keliling lapangan 100 kali. Guru killer dikenal juga sebagai si pelit nilai dan seneng banget bikin ulangan mendadak.

Biasanya nih, guru dengan sifat spesial seperti ini cenderung kaku dan sulit banget diajak negosiasi. Setuju banget kalo predikat ‘killer‘ pun akhirnya nempel di dirinya.

Lalu, kenapa ya ada guru yang dijuluki the killer?. Seorang guru bertindak terlalu ekstrem mungkin ada sebabnya. Bisa jadi karena susanana kelas yang tidak nyaman dan terganggu ulah si ‘trouble maker’ di kelas yang memancing emosinya.

Nah, buat kalian yang ketakutan menghadapi si guru killer, simak deh tips jitu berikut ini:

1. Think Positif
Kurangi rasa takutmu dengan berpikir positif, sama seperti kalian, guru killer juga punya sisi kelemahan kok.

2. Sukai pelajarannya
Cobalah menyukai mata pelajarannya juga caranya mengajar. Hal ini bikin kalian engga bakal takut ngadepin si guru killer.

3. Siap-siap
Cara ampuh menaklukkan si guru killer adalah menyiapkan diri semaksimal mungkin saat menghadapi pelajarannya. Buktikan kamu mampu menguasai materi pelajaran yang disampaikannya.

4. Berani karena benar
Selama kita benar kenapa harus takut dihukum atau dimarahi?. Pikirkan ini berulang-ulang dan kamu bakal siap mental ngadepin si guru killer.

5. Bersikap santun
Ini salah satu cara kamu mengambil hatinya yang kaku. Siapa tahu sikap santunmu ini bikin hati si guru killer meleleh.

So, jangan keburu men-cap gurumu the killer. Sekejam-kejamnya guru terhadapmu, mereka tetap punya nurani kok. Selama ‘killer‘nya masih dalam batas wajar dan engga main fisik sih maklumin saja. Apa yang dilakukannya justru untuk menggembleng kalian agar disiplin.

22 Mei 2010

PENDIDIKAN KARAKTER

Pendidikan Moral, Nilai Inti atau Nilai Tambah?
Dapatkah kita memperoleh hasil yang relatif berarti tentang pembelajaran moral dari sebuah interaksi pendidikan di sekolah kita dewasa ini? Dimana selain hasil Ujian Nasional yang setiap tahun pelajarannya selalu menunjukkan grafik peningkatan, maka juga demikiankah hasil pembalajaran moral putra-putri kita?

Apakah kita cukup memiliki parameter untuk mengukurnya sebagaimana kita memiliki alat ukur untuk keberhasilan akademik mereka? Atau mungkinkah kita tidak begitu perduli dengan kompetensi perilaku siswa kita karena hasil belajar akedemik adalah satu-satunya hasil belajar yang akan dicapai oleh sistem pendidikan di sekolah kita?

Rasulullah SAW pernah menuturkan dalam haditsnya bahwa; Aku diutus ke dunia ini untuk memperbaiki akhlak. Ungkapan ini mengandung arti bahwa misi utama bagi sebuah proses pendidikan adalah lahirnya sebuah akhlak atau perilaku. Tentunya akhlak baik atau perilaku luhur. Disini kita juga dapat menilik bagaimana sebuah generasi yang hidup bersama Nabi Muhammad SAW sukses mengawal kemakmuran dunia hingga beberapa generasi sesudahnya. Sebuah konsep dan aplikasi pendidikan yang secara riil dan nyata ada dalam sejarah manusia.

Dalam rumusan lain, Nel Nodding, guru besar Emeritus di Universitas Stanford mengemukakan: the main of education should be to produce competent, caring, loving, and lovable people (Alfie Kohn, 2000:115).

Lalu apakah dewasa ini di dalam kelas-kelas di sekolah kita putra-putri kita belajar secara mendalam dan bagaimana aplikasi tentang apa, bagaimana, seperti apa ranah moral itu harus menjadi milik mereka selain juga belajar dan mengejar SKL (standar kompetensi lulusan) dalam aspek akademik yang harus didimiliki oleh siswa di akhir pada Ujian Nasional?

Belakangan ini pendidikan dengan pembiasaan moral yang baik marak dikembangkan oleh sekolah. Ini adalah perkembangan yang baik bagi Indonesia di masa depan. Namun saya melihat ini dalam dua kategori dalam mengembangkan pendidikan moral tersebut.

Pertama; adalah sekolah yang memiliki konsepsi, yang menjadikan pendidikan moral sebagai nilai tambah bagi proses belajar di suatu sekolah. Sedang konsepsi yang kedua; adalah sekolah yang menjadikan pendidikan moral sebagai nilai inti.

Pendidikan moral sebagai nilai tambah karena sekolah masih dibombardir oleh tuntutan bahwa sekolah tersebut harus tetap menghasilkan lulusan yang dapat bersaing di tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Dan untuk mengejar indikator tersebut, sangat dimungkinkan melahirkan pola berpikir dari pelaku pendidikan di sekolah itu; untuk apa belajar non akademik bila hasil akhirnya hanya dilihat dari hasil ujian nasional yang menjadi modal bagi lulusan untuk masuk jenjang pendidikan berikut? Tahapan berikut dari pola berpikir ini adalah terjadinya pemisahan antara pendidikan moral dengan pendidikan akademik. lahirnya dokotomi. Sehingga ketika di depan kelas, guru tidak menjadikan pendidikan moral sebagai bagian yang inheren ketika sedang membelajarkan materi siklus hidup dalam mata pelajaran IPA, misalnya.

Pendidikan moral sebagai nilai inti bilamana seluruh aktivitas belajar yang ada di dalam kelas hanyalah sebagai sarana bagi terbentuknya moral yang diinginkan? Apapun materi yang ada dalam semua mata pelajaran di sekolah. Konsep ini tidak ada dikotomi antara moral dan materi pelajaran apapun. Karena materi pelajaran, sekali lagi adalah wahana bagi terbentuknya moralitas yang luhur yang menjadi impian kita. Inilah konsepsi yang menurut saya sebagai aplikasi pada tataran pendidikan di sekolah dari Hadits Nabi kita.

Dimana tantangan terbesar untuk menjadi agar pendidikan moral sebagai nilai inti di sekolah? Pendapat saya adalah memahamkan agar komunitas sekolah sepakat tentang konsepsi agar pendidikan moral sebagai nilai inti di sekolah. Terutama adalah mempersiapkan guru sebagai pelaku di dalam kelas.

Jujur dan Terhormat

Bahwa keberhasilan seseorang dalam kehidupannya 80 % ditentukan oleh faktor kecerdasan sosial, sedang kecerdasan intelektual hanya berkontribusi 20 % dalam kesuksesan hidup seseorang. Demikian kesimpulan Goleman.

Apa yang disampaikan Goleman tersebut, sejalan dengan apa yang digagas oleh pendiri Sekolah Islam Tugasku, Ibu Rukmini Zaenal Abidin untuk menyelenggarakan lembaga pendidikan berbasis budi pekerti. Dan dipilihlah antara lain kata JUJUR dan TERHORMAT sebagai moto sekolah. Moto ini juga adalah bentuk aplikasi dari apa yang telah Rasulullah SAW sampaikan dalam haditsnya: Aku diutus di dunia ini tidak lain adalah untuk memperbaiki akhlak.

Artinya Sekolah Islam Tugasku, yang berdiri pada 29 Agustus 1984 lalu melihat bahwa hasil belajar tidak hanya berupa hasil akademik semata tetapi juga karakter yang mampu membentuk siswa menjadi pribadi yang cerdas akademik dan memiliki integritas emosi dan sosial perilaku yang tinggi.

Dalam perkembangan berikutnya, pada Juli 2004 manajemen dan Guru bersama-sama membangun infrastruktur untuk merealisasikan budi pekerti JUJUR dan TERHORMAT yang terdapat pada moto sekolah itu dalam bentuk intra kurikuler. Daya dan upaya itu telah menelorkan sebuah konsep pembelajaran budi pekerti atau Student Attitude dengan 10 karakter dasar.

Untuk menemukan kesepuluh karakter yang ada dalam Student Attitude tersebut kami berkumpul dan mecoba merumuskan sikap dasar apa saja yang harus dimiliki oleh siswa kami setelah mereka menyelesaikan pembelajaran? Maka hasil curah gagasan dan diskusi serta voting tersebut, kami menentukan 10 karakter. Yaitu :

1. Tanggung jawab/Responsibility,
2. Disiplin/ Discipline,
3. Jujur/ Honest,
4. Percaya diri/ Confidence,
5. Mandiri/ Independence,
6. Kerja sama/ Cooperation,
7. Peduli/ Compassion,
8. Sopan/ Courtesy,
9. Hormat/ Respect dan
10. Sabar/ Patience.

Tataran berikutnya setelah infrastruktur terbangun adalah membuat tahapan realisasi. Kita berharap jangan sampai konsep Student Attitude tersebut hanya menjadi ilmu. Tetapi harus menjadi keyakinan dan amal saleh. Secara sederhana, tataran itu kita uraikan dalam bentuk bagaimana kemudian ke-10 budi pekerti atau karakter tersebut melekat pada ingatan, pemahaman, aplikasi dan paradigma.

Pertama; aspek ingatan siswa; bahwa siswa dituntut untuk ingat 10 karakter yang ada. Solusinya adalah senam karakter yang dilakukan siswa setiap pagi saat ikrar bersama.

Kedua; aspek pemahaman; bahwa siswa harus memamahi apa yang dimaksud dengan 10 karakter yang ada memalui pembelajaran di dalam kelas.

Ketiga; aspek aplikasi dalam hidup; bahwa siswa sebelum mengapliklasi tentu harus tahu bagaimana bentuk aplikasi 10 karakter yang ada dalam hidup mereka dengan cara berdiskusi. Dan,

Keempat; Berpikir kritis berbasis karakter yang ada; dimana siswa melihat semua fenomena yang ada disekitarnya adalah bentuk aplikasi dari 10 karakter . hal ini antara lain dilakukan melalui diskusi kelas dan analisa dalam setiap laporan kerja siswa.

Dan kita sepakati bahwa, amanah membelajarkan Student Attitude itu adalah amanah bersama untuk semua guru serta komunitas sekolah dan keluarga dalam membina generasi jujur dan terhormat. Ya Allah bimbing kami untuk menjadi orang jujur dan terhormat. Amin.

Belajar Berkarakter

Bahwa keberhasilan seseorang dalam kehidupannya 80 % ditentukan oleh faktor kecerdasan sosial, sedang kecerdasan intelektual hanya berkontribusi 20 % dalam kesuksesan hidup seseorang. Demikian kesimpulan Goleman.


Sekolah Islam Tugasku sebagai sekolah Islam nasional keagamaan, mencoba mengaplikasi teori ini mengingat teori ini adalah pengejawantahan dari apa yang telah Rasulullah SAW sampaikan dalam haditsnya: Aku diutus di dunia ini tidak lain adalah memperbaikn akhlak.



Artinya Sekolah Islam Tugasku melihat bahwa hasil belajar tidak hanya berupa hasil akademik semata tetapi juga karakter yang mampu membentuk siswa menjadi pribadi yang cerdas akademik dan memiliki integritas emosi dan sosial perilaku yang tinggi.



Oleh karenanya, sejak empat tahun pelajaran yang lalu kami di sekolah bersama-sama membangun infrastruktur untuk melakukan pembelajaran karakter dalam bentuk intra kurikuler. Daya dan upaya itu telah menelorkan sebuah konsep pembelajaran karakter yang kami sebut sebagai life-skill development atau sering kami singkat menjadi LSD dengan 10 karakter dasar atau sepuluh pilar perilaku.



Untuk menemukan kesepuluh karakter yang ada dalam LSD tersebut kami berkumpul dan mecoba merumuskan sikap dasar apa saja yang harus dimiliki oleh siswa kami setelah mereka menyelesaikan pembelajaran? Maka hasil curah gagasan dan diskusi serta voting tersebut, kami menentukan 10 karakter. Yaitu:

(1). tanggung jawab,

(2). disiplin,

(3). percaya diri,

(4). mandiri,

(5). kerja sama,

(6). Jujur,

(7). Peduli,

(8). sopan,

(9). hormat dan

(10). sabar.



Tataran setelah infrastruktur terbangun adalah membuat tahapan realisasi. Jangan sampai konsep LSD tersebut hanya menjadi ilmu. Tetapi harus menjadi keyakinan dam amal saleh. Secara sederhana, tataran itu kita uraikan dalam bentuk bagaimana kemudian ke-10 karakter tersebut melekat pada ingatan, pemahaman, aplikasi dan paradigma.



1. Pada aspek ingatan siswa; bahwa siswa dituntut untuk ingat 10 karakter yang ada. Solusinya adalah senam karakter yang dilakukan siswa setiap pagi saat ikrar bersama.
2. Dipahamkan; bahwa siswa harus memamahi apa yang dimaksud dengan 10 karakter yang ada memalui pembelajaran.
3. Diaplikasi dalam hidup; bahwa siswa sebelum mengapliklasi tentu harus tahu bagaimana bentuk aplikasi 10 karakter yang ada dalam hidup mereka dengan cara berdiskusi. Dan,
4. Berpikir kritis berbasis karakter yang ada; dimana siswa melihat semua fenomena yang ada disekitarnya adalah bentuk pengejawantahan dari 10 karakter melalui diskusi dan analisa dalam setiap laporan kerja siswa.
Dan kita sepakati bahwa, amanah membelajarakan ke-10 karakter itu adalah amanah bersama untuk semua guru serta komunitas sekolah. Jika ini mampu kita komitmenkan di sekolah, kemudian masyarakat memberikan support, kami yakin bahwa generasi yang lahir nantinya adalah genarasi jujur dan terhormat.

16 Mei 2010

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (CLASSROOM ACTION RESEARCH)

Apakah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) itu ?
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan ragam penelitian pembelajaran yang berkonteks kelas yang dilaksanakan oleh guru untuk memecahkan masalah-masalah pembelajaran yang dihadapi oleh guru, memperbaiki mutu dan hasil pembelajaran dan mencobakan hal-hal baru pembelajaran demi peningkatan mutu dan hasil pembelajaran.

Berdasarkan jumlah dan sifat perilaku para anggotanya, PTK dapat berbentuk individual dan kaloboratif, yang dapat disebut PTK individual dan PTK kaloboratif. Dalam PTK individual seorang guru melaksanakan PTK di kelasnya sendiri atau kelas orang lain, sedang dalam PTK kaloboratif beberapa orang guru secara sinergis melaksanakan PTK di kelas masing-masing dan diantara anggota melakukan kunjungan antar kelas.

PTK memiliki sejumlah karakteristik sebagai berikut :
* Bersifat siklis, artinya PTK terlihat siklis-siklis (perencanaan, pemberian tindakan, pengamatan dan refleksi), sebagai prosedur baku penelitian.
* Bersifat longitudinal, artinya PTK harus berlangsung dalam jangka waktu tertentu (misalnya 2-3 bulan) secara kontinyu untuk memperoleh data yang diperlukan, bukan "sekali tembak" selesai pelaksanaannya.
* Bersifat partikular-spesifik jadi tidak bermaksud melakukan generalisasi dalam rangka mendapatkan dalil-dalil. Hasilnyapun tidak untuk digenaralisasi meskipun mungkin diterapkan oleh orang lain dan ditempat lain yang konteksnya mirip.
* Bersifat partisipatoris, dalam arti guru sebagai peneliti sekali gus pelaku perubahan dan sasaran yang perlu diubah. Ini berarti guru berperan ganda, yakni sebagai orang yang meneliti sekali gus yang diteliti pula.
* Bersifat emik (bukan etik), artinya PTK memandang pembelajaran menurut sudut pandang orang dalam yang tidak berjarak dengan yang diteliti; bukan menurut sudut pandang orang luar yang berjarak dengan hal yang diteliti.
* Bersifat kaloboratif atau kooperatif, artinya dalam pelaksanaan PTK selalu terjadi kerja sama atau kerja bersama antara peneliti (guru) dan pihak lain demi keabsahan dan tercapainya tujuan penelitian.
* Bersifat kasuistik, artinya PTK menggarap kasus-kasus spesifik atau tertentu dalam pembelajaran yang sifatnya nyata dan terjangkau oleh guru; menggarap masalah-masalah besar.
* Menggunakan konteks alamiah kelas, artinya kelas sebagai ajang pelaksanaan PTK tidak perlu dimanipulasi dan atau direkayasa demi kebutuhan, kepentingan dan tercapainya tujuan penelitian.
* Mengutamakan adanya kecukupan data yang diperlukan untuk mencapai tujuan penelitian, bukan kerepresentasifan (keterwakilan jumlah) sampel secara kuantitatif. Sebab itu, PTK hanya menuntut penggunaan statistik yang sederhana, bukan yang rumit.
* Bermaksud mengubah kenyataan, dan situasi pembelajaran menjadi lebih baik dan memenuhi harapan, bukan bermaksud membangun teori dan menguji hipotesis.

Tujuan PTK sebagai berikut :
* Memperbaiki dan meningkatkan mutu praktik pembelajaran yang dilaksanakan guru demi tercapainya tujuan pembelajaran.
* Memperbaiki dan meningkatkan kinerja-kinerja pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru.
* Mengidentifikasi, menemukan solusi, dan mengatasi masalah pembelajaran di kelas agar pembelajaran bermutu.
* Meningkatkan dan memperkuat kemampuan guru dalam memecahkan masalah-masalah pembelajaran dan membuat keputusan yang tepat bagi siswa dan kelas yang diajarnya.
* Mengeksplorasi dan membuahkan kreasi-kreasi dan inovasi-inovasi pembelajaran (misalnya, pendekatan, metode, strategi, dan media) yang dapat dilakukan oleh guru demi peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran.
* Mencobakan gagasan, pikiran, kiat, cara, dan strategi baru dalam pembelajaran untuk meningkatkan mutu pembelajaran selain kemampuan inovatif guru.
* Mengeksplorasi pembelajaran yang selalu berwawasan atau berbasis penelitian agar pembelajaran dapat bertumpu pada realitas empiris kelas, bukan semata-mata bertumpu pada kesan umum atau asumsi.

Manfaat PTK
* Menghasilkan laporan-laporan PTK yang dapat dijadikan bahan panduan guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Selain itu hasil-hasil PTK yang dilaporkan dapat menjadi bahan artikel ilmiah atau makalah untuk berbagai kepentingan, antara lain disajikan dalam forum ilmiah dan dimuat di jurnal ilmiah.
* Menumbuhkembangkan kebiasaan, budaya, dan atau tradisi meneliti dan menulis artikel ilmiah di kalangan guru. Hal ini telah ikut mendukung professionalisme dan karir guru.
* Mampu mewujudkan kerja sama, kaloborasi, dan atau sinergi antar-guru dalam satu sekolah atau beberapa sekolah untuk bersama-sama memecahkan masalah pembelajaran dan meningkatkan mutu pembelajaran.
* Mampu meningkatkan kemampuan guru dalam menjabarkan kurikulum atau program pembelajaran sesuai dengan tuntutan dan konteks lokal, sekolah, dan kelas. Hal ini memperkuat dan relevansi pembelajaran bagi kebutuhan siswa.
* Dapat memupuk dan meningkatkan keterlibatan , kegairahan, ketertarikan, kenyamanan, dan kesenangan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas yang dilaksanakan guru. Hasil belajar siswa pun dapat meningkatkan.
* Dapat mendorong terwujudnya proses pembelajaran yang menarik, menantang, nyaman, menyenangkan, dan melibatkan siswa karena strategi, metode, teknik, dan atau media yang digunakan dalam pembelajaran demikian bervariasi dan dipilih secara sungguh-sungguh.

Prosedur Pelaksanaan PTK

1. Menyusun proposal PTK. Dalam kegiatan ini perlu dilakukan kegiatan pokok, yaitu; (1) mendeskripsikan dan menemukan masalah PTK dengan berbagai metode atau cara, (2) menentukan cara pemecahan masalah PTK dengan pendekatan, strategi, media, atau kiat tertentu, (3) memilih dan merumuskan masalah PTK baik berupa pertanyaan atau pernyataan sesuai dengan masalah dan cara pemecahannya, (4) menetapkan tujuan pelaksanaan PTK sesuai dengan masalah yang ditetapkan, (5) memilih dan menyusun persfektif, konsep, dan perbandingan yang akan mendukung dan melandasi pelaksanaan PTK, (6) menyusun siklus-siklus yang berisi rencana-rencana tindakan yang diyakini dapat memecahkan masalah-masalah yang telah dirumuskan, (7) menetapkan cara mengumpulkan data sekaligus menyusun instrumen yang diperlukan untuk menjaring data PTK, (8) menetapkan dan menyusun cara-cara analisis data PTK.

2. Melasanakan siklus (rencana tindakan) di dalam kelas. Dalam kegiatan ini diterapkan rencana tindakan yang telah disusun dengan variasi tertentu sesuai dengan kondisi kelas. Selama pelaksanaan tindakan dalam siklus dilakukan pula pengamatan dan refleksi. baik pelaksanaan tindakan, pengamatan maupun refleksi dapat dilakukan secara beiringan, bahkan bersamaan. Semua hal yang berkaitan dengan hal diatas perlu dikumpulkan dengan sebaik-baiknya.

3. Menganalisis data yang telah dikumpulkan baik data tahap perencanaan, pelaksnaan tindakan, pengamatan, maupun refleksi. Analisis data ini harus disesuaikan dengan rumusan masalah yang telah ditetapkan. Hasil analisis data ini dipaparkan sebagai hasil PTK. Setelah itu, perlu dibuat kesimpulan dan rumusan saran.

4. Menulis laporan PTK, yang dapat dilakukan bersamaan dengan kegiatan menganalisis data. Dalam kegiatan ini pertama-tama perlu ditulis paparan hasil-hasil PTK. Paparan hasil PTK ini disatukan dengan deskripsi masalah, rumusan masalah, tujuan, dan kajian konsep atau teoritis. Inilah laporan PTK.


Demikianlah, silahkan anda coba melakukan PTK, semoga berhasil. Selanjutnya anda dapat membaca beberapa Laporan PTK klik disini

27 April 2010

Pedagang Cat Semprot (Pilox) Untung Besar Saat Pengumuman Kelulusan Siswa

Lulus atau tidak, rezeki tahunan kembali ke pedagang cat semprot. Mereka mengaku menyiapkan jauh-jauh hari untuk perayaan tahunan para pelajar SMP/SMU. Penjual menyetok hingga 2 kali lipat dari jumlah sehari-hari, mengantisipasi lonjakan permintaan.

"Sehari-hari, saya sedia 40-an botol ukuran sedang. Sejak 3 hari lalu saya nambah menjadi 100 botol. Perbotol Rp 35.000," kata Dani, salah satu penjaga toko.
Menurut Dani, dari tahun ke tahun permintaan cat semprot naik turun. Tidak dapat dipastikan trend dari tahun ke tahun. Hanya saja pembeli kebanyakan siswa SMA secara bergerombol. Satu 'gank' memborong 5 hingga 10 botol dengan warna-wana terang dan mencolok.

"Yang paling banyak tetep warna dasar. Hijau, biru, merah. Belinya gerombolan. Ada yang patungan, ada yang ngebosin. Keliatan dari receh atau uang ratusan ribu," tukas Rudi (40) salah satu penjaga toko yang lain.

Budaya mengecat baju seragam dengan cat semprot atau Pilox sudah mengakar. Bila membuka file foto tahun 80-an hingga 90-an, kultur pelajar tersebut telah terekam. Tidak hanya baju seragam, tetapi juga rambut, celana atau sebagian wajah. Biasanya disertai coretan spidol warna mencolok dengan berbagai komentar unik ataupun tanda-tangan satu kelompok.

"Sejak saya jualan di sini 20 tahun lalu, sudah ada tuh beli-beli cat semprot. Lumayan untung sih. Kan pada mborong," imbuh Rudi.

Hanya saja, pro-kontra menyemprot baju seragam selalu naik turun dari tahun ke tahun. Bagi yang menolak, menyayangkan karena baju yang disemprot dapat disumbangkan kepada siswa tidak mampu. Sementara yang membolehkan mencoba memahami psikologis anak yang sedang berbahagia.

Kemendiknas Diminta Kaji Penyebab Turunnya Angka Kelulusan

Anggota Komisi X DPR Hanif Dhakiri menilai, penurunan tingkat kelulusan UN tingkat SMA dari 93,74 persen menjadi 89,88 persen pada tahun ini bisa disebabkan dua kemungkinan. Pertama, karena kinerja pengawasan pemerintah lebih baik dari sebelumnya. Sehingga hal itu bisa berpengaruh terhadap turunnya angka kelulusan yang pada tahun sebelumnya diduga banyak diwarnai kecurangan.


"Kemungkinan kedua, penurunan angka kelulusan UN disebabkan oleh belum sesuainya materi UN dengan konteks pengajaran di sekolah. Berarti ada gap antara materi yang diujikan dengan materi yang diajarkan," kata Hanif kepada detikcom, Senin (26/4/2010).

Menurut Sekretaris FPKB ini, konteks pengajaran di sekolah sangat terkait erat dengan masalah mutu. Harusnya, materi UN disamakan pada sekolah dengan standar mutu yang sama pula. Tidak sebaliknya asal sama rata meski berbeda mutu dan kualitas pendidikan.

"Faktanya, mutu sekolah-sekolah kita tidak semuanya memenuhi standar. Sementara materi UN-nya sama semua. Di sinilah timbul kesenjangan yang boleh jadi mempengaruhi tingkat kelulusan UN," imbuhnya.

Menurut dia, jika persoalan ketidaksamaan mutu menjadi penyebabnya, berarti perlu dilakukan evaluasi terhadap program pengembangan mutu di setiap satuan pendidikan. Apakah hal itu sudah tepat sasaran atau belum.

"Semua itu baru kemungkinan. Perlu kajian lebih lanjut dari Kemendiknas untuk mencari sebab mendasar dari turunnya angka kelulusan UN tahun ini," terangnya.

Politisi muda PKB ini berharap pemerintah tidak boleh terburu-buru mengambil kesimpulan atas menurunnya angka kelulusan siswa ini. Komisi X akan mendukung upaya pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap hasil UN tahun ini.

"Kita belum tahu ke mana nanti ujungnya. Tak menutup kemungkinan eksistensi UN itu sendiri juga akan kita evaluasi dengan titik tolak dari hasil UN sekarang. Toh UN itu hanya salah satu model evaluasi pendidikan," paparnya.

http://www.detiknews.com/read/2010/04/26/190917/1345891/10/kemendiknas-diminta-kaji-penyebab-turunnya-angka-kelulusan

Tingkat Kelulusan SMA/SMK UN di Sumut Menurun

Tingkat kelulusan peserta Ujian Nasional (UN) tahun 2010 di Sumatera Utara (Sumut) mengalami penurunan. Tahun lalu angkanya mencapai 98 persen, sementara tahun ini menjadi 94,74 persen.


Kepala Dinas Pendidikan Sumut Bahrumsyah menyatakan, pada tahun ini terdapat 5,26 persen siswa dinyatakan tidak lulus. Meski begitu, siswa yang tidak lulus masih punya kesempatan UN ulangan yang rencananya akan digelar pertengahan Mei mendatang.

Dari 186.845 peserta UN tahun 2010 dari berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah (MA) di Sumut, sebanyak 9.844 siswa atau 5,26 persen dinyatakan tidak lulus UN.

"Penurunan tingkat kelulusan siswa dinilai akibat menurunnya kualitas proses belajar mengajar serta persiapan menghadapi ujian, terutama di Sekolah Menengah Kejuruan," kata Bahrumsyah kepada wartawan di Medan, Senin (26/4/2010).

Dari total siswa yang tidak lulus di Sumut itu, sebanyak 5.044 di antaranya atau hampir 60 persen adalah siswa SMK. Tingginya tingkat ketidaklulusan di SMK disinyalir akibat kualitas mata pelajaran umum yang diujikan dalan UN, kerap diabaikan di SMK.

"Kadang pihak sekolah lebih mengutamakan mata pelajaran kejuruan saja, sementara mata pelajaran umum terabaikan," kata Bahrumsyah.

Sebaliknya, tingkat kelulusan UN di kota Medan meningkat dari tahun sebelumnya, dari 96 persen naik menjadi 98 persen. Kepala Dinas Pendidikan Medan, Hasan Basri mengatakan, dari 38.184 peserta UN, hanya 1.940 siswa yang dinyatakan tidak lulus.

Jumlah siswa SMA jurusan IPA yang tidak lulus tercatat sebanyak 158 orang, sementara jurusan IPS terdata 427 orang. Jumlah ketidaklulusan di SMK mencapai 1.308 orang sedang MA hanya 47 orang yang tak lulus.

"Jika dilihat dari persentase, tingkat kelulusan di SMA mencapai 98,75 persen, IPS 96 persen, SMK hanya 90,95 persen dan MA mencapai 98,10 persen," jelas Hasan Basri.

http://www.detiknews.com/read/2010/04/27/004422/1345946/10/tingkat-kelulusan-sma-smk-un-di-sumut-menurun?881103605

280 siswa tidak lulus di pemko Padangsidimpuan dan Kabupaten Tapanuli Selatan

Sebanyak 280 siswa SMA sederajat di Kota Padangsidimpuan (Psp) dan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dinyatakan tidak lulus Ujian Nasional (UN). Rinciannya, 75 siswa di Psp dan 205 siswa di Tapsel

“Jumlah siswa SMA sederajat yang tak lulus UN di Psp sebanyak 75 siswa atau sekitar dua persen dari total 5.209 siswa yang menjadi peserta UN. Jika dibandingkan tahun lalu, angka pasti berapa jumlah siswa yang tak lulus saya lupa. Tapi yang pasti jumlah persentase kelulusannya sama dengan tahun ini, masih dalam kisaran yang sama yakni 98 persen. Hanya saja perbedaannya terletak pada komanya. Jadi saya bisa katakan masih stagnanlah angka kelulusan,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Psp, Drs Panongonan Muda melalu Kasi SMA Drs Mahlil kepada METRO, Minggu (25/4).

Diutarakan Mahlil, bagi siswa yang dinyatakan tidak lulus, dapat mengikuti UN ulangan sesuai dengan petunjuk Prosedur Operasional Standard (POS) pelaksanaan UN. UN ulangan direncanakan berlangsung mulai Senin (10/5) sampai Jumat (14/5) mendatang.

“Saat ini kita belum bisa merincikan sekolah mana saja yang siswanya tidak lulus UN. Mungkin besok (Senin, red) baru akan bisa diketahui. Kita juga menyarankan bagi sekolah masing-masing yang siswanya tidak lulus untuk segera melaporkannya sebagai persiapan pelaksanaan UN ulangan nantinya,” ujarnya.

Di Tapsel, 205 SiswaTak Lulus

Sementara itu Kepala Disdik Tapsel Marasaud melalui Kabid Dikmenti Drs Sulthoni mengatakan, dari total 3.312 siswa SMA sederajat yang mengikuti UN di Tapsel, sebanyak 205 siswa dinyatakan tidak lulus.

“Ada 205 siswa dinyatakan tidak lulus UN. Rinciannya, 118 siswa SMA dan MA, serta 87 siswa SMK,” ujar Sulthoni.

Lebih lanjut diutarakannya, untuk nilai hasil UN, pihaknya telah mendistribusikannya ke seluruh sekolah di Kabupaten Tapsel. “Berkas pengumuman hasil UN, hari Minggu ini (kemarin, red) sudah kita sebarkan ke seluruh sekolah. Jadi besok sekolah tidak ada alasan lagi untuk tidak mengumumkannya,” terangnya.

Sedangkan untuk persentasi kelulusan UN SMA sederajat tahun ini berada di kisaran 94 persen, atau persentase yang tidak lulus sebanyak 6 persen.

“Kalau persentase angka kelulusan tahun lalu, saya lupa angka pastinya. Besok sajalah, karena dilihat dulu datanya. Tapi yang jelas angka persentasenya tidak jauh berbeda. Sekarang saya masih berada di rumah sakit,” katanya mengakhiri


http://apakabarsidimpuan.com/2010/04/di-psp-dan-tapsel-280-siswa-tak-lulus-un/

18 Maret 2010

Ujian Nasional SMK T.P. 2009-2010

UNAS (Ujian Nasional) sudah semakin dekat. Bagi siswa/i kelas XII, persiapkan diri anda sebaik-baiknya. Mulailah dengan rajin membahas soal-soal UN tahun-tahun yang lalu.

Berikut jadwal UNAS di SMKN 1 BATANG ANGKOLA

1. UN UTAMA, SENIN, 22 MARET 2010 PUKUL 08.00 - 10.00 : BAHASA INDONESIA
UN SUSULAN, SENIN, 29 MARET 2010

2. UN UTAMA, SELASA 23 MARET 2010 PUKUL 08.00 - 10.00 : BAHASA INGGRIS
UN SUSULAN, SELASA 30MARET 2010

3. UN UTAMA, RABU 24 MARET 2010 PUKUL 08.00 - 10.00 : MATEMATIKA
UN SUSULAN, RABU 31 MARET 2010

4. UN UTAMA, KAMIS 25 MARET 2010 PUKUL 08.00 - 10.00 : TEORI KEJURUAN
UN SUSULAN, KAMIS 1 APRIL 2010

SISWA/I BERPRESTASI SEMESTER GANJIL T.P 2011-2012

Peringatan Hari PGRI 25 Nopember 2011

Kunjungan Bupati Tapanuli Selatan

PROFIL 1